PENGARUH PERTUMBUHAN PENDUDUK TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL
Pertumbuhan penduduk mungikin sudah tidak asing lagi didengar oleh kita, tapi ini adalah salah satu masalah yang sangat rumit di atasinya. masalah ini yang hingga saat ini masih ada dan terus dirasakan oleh hampir setiap Negara di dunia ini, terutama di Indonesia.
A. Pengertian pertumbuhan penduduk dan perkembangan sosial
Pertumbuhan penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan “per waktu unit” untuk pengukuran. Berdasarkan sensus tahun 2010 diketahui bahwa pertumbuhan penduduk melebihi proyeksi nasional yaitu sebesar 237,6 juta jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk (LPP) 1,49 per tahun. Jika laju pertumbuhan penduduk 1,49 persen per tahun maka setiap tahunnya akan terjadi pertumbuhan penduduk sekitar 3,5 juta lebih per tahun. Dengan demikian, jika di tahun 2010 jumlah penduduk 237,6 juta jiwa maka di tahun 2011 bertambah 3,5 juta maka sekarang ada 241 juta jiwa lebih.
Dan jika itu terus terjadi maka semakin banyak masalah yang akan terjadi seperti pengangguran, pencurian dan lain-lain, dan itu akan mempengaruhi terhadap perkembangan sosial di masyarakat.
Perkembangan sosial adalah kemajuan yang progresif melalui kegiatan yang terarah dari individu dalam pemahaman atas warisan sosial dan formasi pola tingkah lakunya yang luwes. Hal itu disebabkan oleh adanya kesesuaian yang layak antara dirinya dengan warisan sosial itu. Dan menurut Elizabeth B. Hurlock, perkembangan sosial adalah kemampuan seseorang dalam bersikap atau tata cara perilakunya dalam berinteraksi dengan unsur sosialisasi di masyarakat.
B. FAKTOR – FAKTOR PERTUMBUHAN PENDUDUK
Ini adalah faktor-faktor pertumbuhan penduduk yang pesat bisa di akibatkan oleh:
1. Kelahiran (Natalis)
kelahiran adalah faktor utama dari pertumbuhan penduduk, dan dapat diartikan sebagai banyaknya jumlah kelahiran penduduk setiap tahunnya dalam suatu wilayah.
2. Migrasi Penduduk
Migrasi merupakan bagian dari mobilitas penduduk. Mobilitas penduduk adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain. Mobilitas penduduk ada yang bersifat nonpermanen (sementara) misalnya turisme baik nasional maupun internasional, dan ada pula mobilitas penduduk permanen (menetap). Mobilitas penduduk permanen disebut migrasi. Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain dengan melewati batas negara atau batas administrasi dengan tujuan untuk menetap.
Faktor Yang Mempengaruhi Kelahiran:
a. Kawin usia muda
b. Tidak di adakan nya program KB pada suatu daerah
c. Pandangan yang menyatakan bahwa banyak anak,banyak rezeki
d. Anak merupakan penentu status sosial
e. Anak laki-laki merupakan penerus keturunan
Faktor Perpindahan Penduduk :
a. Ingin mengubah nasib hidup dengan pindah ke kota
b. Banyak nya lapangan kerja di kota
c. Ingin mendapatkan pendidikan yang memadai
B. Pengaruh pertumbuhan penduduk terhadap perkembangan sosial
Berikut adalah penjelasan mengenai pengaruh pertumbuhan penduduk terhadap perkembangan sosial di masyarakat
Meningkatnya kebutuhan ekonomi (sandang, pangan, papan)
Setiap manusia pasti memiliki kebutuhan pokok yang harus terpenuhi, yakni sandang, pangan, dan papan. Ketiga kebutuhan ini tak terelakkan lagi harus terpenuhi untuk kelanjutan hidup manusia.
Dalam buku berjudul The Population Bomb (Ledakan Penduduk) pada tahun 1968 oleh Paul R. Ehrlich meramalkan adanya bencana kemanusiaan akibat terlalu banyaknya penduduk dan ledakan penduduk. Karya tersebut menggunakan argumen yang sama seperti yang dikemukakan Thomas Malthus dalam An Essay on the Principle of Population (1798), bahwa laju pertumbuhan penduduk mengikuti pertumbuhan eksponensial dan akan melampaui suplai makanan yang akan mengakibatkan kelaparan . contoh : jika salah satu tidak terpenuhi/kehabisan stok maka kemungkinan akan terjadinya penaikan/pelonjakan harga dan akan lebih membebani kepada masyarakat yang ber ekonomi menengah ke bawah. Nah seperti yang saya jelaskan di atas jika pertumbuhan penduduk terus terjadi maka akan terjadi seperti kelaparan, kemiskinan, yang akan menimbulkan masalah baru (kriminal).
Berkurangnya lahan tempat tinggal
Sudah sangat jelas jika semakin bertambah banyak penduduk, tentu kebutuhan akan rumah semakin banyak dan otomatis lahan yang dibutuhkan semakin banyak. Sementara lahan yang tersedia luasnya tetap. Yang akan terjadi adalah padatnya pemukiman dan sedikit sekali lahan-lahan kosong yang tersisa karena semakin sedikitnya lahan yang kosong, akan membuat harga tanah semakin melonjak, dan tentu saja masyarakat ekonomi menengah ke bawah tidak mampu membeli tanah untuk membangun rumah, sehingga mereka mencari “lahan” lain untuk tinggal, seperti kolong jembatan, taman kota, stasiun, emperan toko, dan lain-lain.
meningkatnya angka pengangguran
Terjadinya pengangguran karena ketidakseimbangan antara peluang kerja yang tidak bertambah dengan semakin pesatnya pertumbuhan penduduk dan keadaan dimana dalam sebuah masyarakat, sebagian warganya tidak mampu memasuki kesempatan kerja yang ada, sehingga ia tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan ekonominya.
Ledakan penduduk adalah masalah yang harus segera ditangani dengan serius oleh pihak-pihak yang terkait karena apabila permasalahan ini terus berlanjut akan mengakibatkan dampak-dampak yang telah dijelaskan. Adapun solusi yang dapat menyelesaikan permasalahan ledakan penduduk yaitu:
a. Melakukan program transmigrasi
b. Menggalakkan program keluarga berencana
c. Mengoptimalkan lahan dengan menggunakan teknologi.
d. Pemerataan pembangunan
e. Mendatangkan investor untuk mengurai pengangguran
2. Hubungan Antara Masalah Penduduk dengan Perkembangan Kebudayaan
A. Pengertian Kebudayaan
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat, saya mengambil beberapa pengertian dari beberapa ahli:
Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.
Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.
B. 7 Unsur Kebudayaan
1. Sistem mata pencaharian hidup Perdagangan Ø Sistem budaya (ide) : Mempererat hubungan antar masing-masing kebudayaan. Ø Sistem sosial (eksternal) : Adanya interaksi antara penjual dan pembeli. Ø Hasil : Menambah tenaga kerja dan mengurangi pengangguran.
2. Ilmu pengetahuan atau Teknologi Telepon Ø Sistem budaya (ide) : Kemajuan teknologi mempermudah untuk berhubungan atau berkomunikasi jarak jauh. Ø Sistem sosial (eksternal) : Komunikasi dengan orang lain yang jaraknya jauh dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Ø Hasil : Budaya alat komunikasi lama seperti surat mulai ditinggalkan.
3. Bahasa Bahasa daerah Ø Sistem budaya (ide) : Menjadi suatu ciri khas atau pembeda cara komunikasi suatu daerah dengan daerah lain. Ø Sistem sosial (eksternal) : Dengan melihat bahasa yang diucapkan seseorang, kita dapat mengetahui asal daerah orang tersebut. Ø Hasil : Masing-masing daerah di Indonesia memiliki bahasa daerah yang berbeda-beda.
4. Sistem kepercayaan atau Religi Upacara keagamaan Ø Sistem budaya (ide) : Upacara atau peribadatan yang dilakukan suatu agama untuk menyembah tuhannya. Ø Sistem sosial (eksternal) : Semua agama mempunyai rasa toleransi terhadap agama lain dalam menjalankan upacara keagamaan terutama saat hari raya masing-masing agama. Ø Hasil : Memberikan suatu cara agar orang dapat melakukan hubangan dengan tuhannya secara khusuk sehingga memiliki pedoman hidup.
5. Sistem organisasi social Karang taruna Ø Sistem budaya (ide) : Organisasi yang beranggotakan kumpulan anak muda dalam suatu daerah. Ø Sistem sosial (eksternal) : Menjadi salah satu organisasi yang bermanfaat dan berperan dalam masyarakat. Ø Hasil : Menjadi wadah bagi para anak muda untuk menyalurkan kemampuan berorganisasi mereka. Dan hampir di setiap daerah atau desa pasti ada karang taruna.
6. Kesenian Seni rupa Ø Sistem budaya (ide) : Suatu hasil ekspresi manusia yang diwujudkan melalui unsur-unsur garis, bidang, warna, bentuk, volume, dan ruang. Ø Sistem sosial (eksternal) : Seni rupa banyak diinginkan orang untuk dijadikan sebagai koleksi ataupun sebagai pajangan. Ø Hasil : Menjadi suatu hasil cipta, rasa karsa dari setiap orang yang melakukannya dan hal itu termasuk hasil budaya dari seseorang. Seni tari Ø Sistem budaya (ide) : Suatu kesenian yang berbentuk tarian yang dapat menjadi ciri khas suatu daerah. Ø Sistem sosial (eksternal) : Tari-tarian seperti teri jawa dan bali sering di tampilkan ke luar negeri sebagai promosi kebudayaan Indonesia ke seluruh dunia. Ø Hasil : Dapat menjadi pembeda kebudayaan dari masing-masing daerah dan juga dapat dinikmati oleh daerah lain.
7. Peralatan dan perlengkapan hidup manusia Sandang (pakaian) Ø Sistem budaya (ide) : Setiap daerah pasti memiliki model atau gaya pakaian adat yang berbeda-beda. Ø Sistem sosial (eksternal) : Menjadi suatu trend atau gaya atau tlok ukur bagi kebudayaan daerah lain. Ø Hasil : Membedakan kebudayaan suatu daerah dengan kebudayaan daerah lain. Pangan Ø Sistem budaya (ide) : Setiap daerah pasti memiliki model rumahadat yang berbeda-beda. Ø Sistem sosial (eksternal) : Menjadi inspirasi atau gaya dasar rumah untuk masyarakat luas. Ø Hasil : Menjadi cirri khas kebudayaan suatu daerah sehingga setiap daerah memiliki model rumah adat yang berbeda-beda.
C. Perkembangan Kebudayaan
Seperti yang kita ketahui, perkembangan budaya indonesia salalu saja naik dan turun. Pada awalnya, indonesia sangat banyak mempunyai peninggalan budaya dari nenek moyang kita terdahulu, hal seperti itulah yang harus dibanggakan oleh penduduk indonesia sendiri, tetapi sekarang-sekarang ini budaya indonesia agak menurun dari sosialisasi penduduk kini telah banyak yang melupakan apa itu budaya Indonesia. Semakin majunya arus globalisasi rasa cinta terhadap budaya semakin berkurang, nah disinilah terjadinya masalah penduduk yang akan merusak masyarakat Indonesia. Terlalu banyaknya kehidupan asing yang masuk ke Indonesia, masyarakat kini telah berkembang menjadi masyarakat modern.
Secara kategorikal ada 2 kekuatan yang memicu perubahan sosial, Petama, adalah kekuatan dari dalam masyarakat sendiri (internal factor), seperti pergantian generasi dan berbagai penemuan dan rekayasa setempat. Kedua, adalah kekuatan dari luar masyarakat (external factor), seperti pengaruh kontak-kontak antar budaya (culture contact) secara langsung maupun persebaran (unsur) kebudayaan serta perubahan lingkungan hidup yang pada gilirannya dapat memacu perkembangan sosial dan kebudayaan masyarakat yang harus menata kembali kehidupan mereka .
saya mengambil salah satu contoh yaitu dari fashion/pakaian, terutama pakaian wanita karena pakaian wanita lebih banyak modelnya dibanding laki-laki seperti celana diatas lutut, bikini, dan lain-lain, khususnya para remaja yang menggunakan fashion tersebut inilah yang akan memicu permasalahan di dalam penduduk yang akan terjadi tindakan-tindakan asusila dan secara perlahan akan melupakan peninggalan khususnya di bidang fashion (batik, kebaya, dan lain-lain).
Sumber:
https://giangartan.wordpress.com/2013/10/28/pengaruh-pertumbuhan-penduduk-terhadap-perkembangan-sosial/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar